Jakarta - Kondisi ban kadang menjadi indikasi pertama
adanya kesalahan pada mobil yang Anda pakai. Triknya rajin-rajin lah
mengetahui kondisi ban Anda.
Sebagai permulaan, Anda bisa
mengecek tekanan angin setidaknya sekali dalam sebulan. Ban biasanya
mengalami penurunan tekanan sampai 1 psi dalam kondisi normal.
Selain
itu jangan hanya memelototi ban, rasakan juga. Raba permukaan ban, dan
mungkin kerusakan ban bisa lebih dirasakan daripada dilihat dengan mata.
Kita
pun bisa mendeteksi kerusakan mobil hanya melihat dari kondisi ban.
Bagaimana caranya? Berikut ulasannya seperti dilansir Popular Mechanics.
1. Ban gundul di tengah
Standarnya kompon ban habis secara merata, tapi faktanya masih banyak ban gundul di tengah.
Hal
ini dikarenakan pemilik mobil yang kurang memperhatikan tekanan ban.
Jika Anda mendapatkan ban mobil gundul tengah, pasti tekanan angin di
ban terlampau tinggi dan tidak sesuai pabrikan.
Sebaiknya pantau
tekanan angin ban yang terletak pada sisi pintu pengendara. Di sana
tertera jelas berapa tekanan ban yang dianjurkan oleh pabrikan.
2. Ban retak
Dinding ban bisa mengalami keretakan saat kendaraan menghantam lubang, atau bebatuan.
Jika
sudah begini sebaiknya kita mengganti ban rusak dengan ban baru agar
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ban pecah ketika mobil
tengah melaju kencang. Soalnya kawat pada ban sudah tidak dalam kondisi
bagus.
3. Gundul sebelah yang tidak merata.
Kondisi ini diakibatkan oleh kerusakan pada komponen suspensi.
Sistem peredam tersebut bisa saja aus atau rusak yang menyebabkan daya cengkram ke ban tidak sempurna.
Akibatnya ban memantul-mantul saat kendaraan dijalankan. Sehingga kegundulan tidak merata. Saran yang paling baik adalah mengganti suspensi di mana tempat ban tersebut berada.
4. Gundul tidak rata dan bergelembung
Kerusakan ini biasa ditemui pada ban depan dengan roda gerak depan. Setingan suspensi depan yang bermasalah.
Faktor lainnya yang menyebabkan ban mengalami kerusakan seperti di atas adalah karena rotasi ban yang salah.
Penyebab lainnya karena mobil sering dipakai untuk mengangkut beban berat sehingga mengubah geometri suspensi.
5. Sisi luar ban gundul
Hasil diagnosis mendapatkan jika ini adalah tanda-tanda tekanan ban kurang.
Kurangnya
perhatian pemilik mobil dapat mempercepat tipisnya alur ban bagian
samping. Sementara kembang di tengah tetap baik kondisinya. Tentu hal
ini juga bisa berakibat borosnya konsumsi BBM.
6. Ban aus di tepian
Nah, penyebab kerusakan ban dikarenakan ketidaksejajaran roda (wheel alignment).
Tanda-tanda
awal adalah mobil akan terasa tidak enak dikendarai dan seperti
bergeser ketika melaju. Baiknya bawa kendaraan ke bengkel dan lakukan
beberapa perbaikan seperti sporing dan lainnya agar kaki depan dan
belakang sejajar.
7. Botak di satu sisi
Penyebab utama kebotakan tidak merata adalah gaya mengemudi yang urakan, dan suka mengerem mendadak.
Mobil yang tidak memiliki sistem ABS juga sering mengalami hal seperti ini.
Selain itu garasi tempat penyimpanan mobil yang tidak rata penyebab kedua kebotakan ban tidak merata.
8. Heel to toe wear
Kondisi trek yang tidak rata, bebatuan bisa menyebabkan Heel-Toe atau kembang ban yang seperti terangkat.
Apalagi
ketika kita mengerem di jalan rusak. Kondisi jalanan seperti itu bisa
membuat kembang mengangkat sehingga ban cepat aus dan ketika mobil
dijalankan akan terdengar suara ke kabin penumpang.
Penyebab lainnya adalah bushing suspensi, ball joints, dan bearing roda yang sudah rusak.
9. Botak sebelah
Setingan kaki-kaki mobil menyebabkan mobil terlalu menumpu pada satu sisi ban.
Hal ini bisa disebabkan oleh rusaknya suspensi, ball joints dan kurangnya rotasi ban.
10. Masa ban sudah mulai habis
Dari sini terlihat jika keausan ban merata. Ban biasanya harus diganti ketika indikator keausan ban sudah terlihat.
Kalau sudah begini, ban harus diganti cepat.
sumber
klik