Sabtu, 23 Juni 2012

10 Trik Mendeteksi Kerusakan Mobil dari Ban

Jakarta - Kondisi ban kadang menjadi indikasi pertama adanya kesalahan pada mobil yang Anda pakai. Triknya rajin-rajin lah mengetahui kondisi ban Anda.

Sebagai permulaan, Anda bisa mengecek tekanan angin setidaknya sekali dalam sebulan. Ban biasanya mengalami penurunan tekanan sampai 1 psi dalam kondisi normal.

Selain itu jangan hanya memelototi ban, rasakan juga. Raba permukaan ban, dan mungkin kerusakan ban bisa lebih dirasakan daripada dilihat dengan mata.

Kita pun bisa mendeteksi kerusakan mobil hanya melihat dari kondisi ban. Bagaimana caranya? Berikut ulasannya seperti dilansir Popular Mechanics.

1. Ban gundul di tengah


img
Standarnya kompon ban habis secara merata, tapi faktanya masih banyak ban gundul di tengah.

Hal ini dikarenakan pemilik mobil yang kurang memperhatikan tekanan ban. Jika Anda mendapatkan ban mobil gundul tengah, pasti tekanan angin di ban terlampau tinggi dan tidak sesuai pabrikan.

Sebaiknya pantau tekanan angin ban yang terletak pada sisi pintu pengendara. Di sana tertera jelas berapa tekanan ban yang dianjurkan oleh pabrikan.

2. Ban retak


img
Dinding ban bisa mengalami keretakan saat kendaraan menghantam lubang, atau bebatuan.

Jika sudah begini sebaiknya kita mengganti ban rusak dengan ban baru agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ban pecah ketika mobil tengah melaju kencang. Soalnya kawat pada ban sudah tidak dalam kondisi bagus.

3. Gundul sebelah yang tidak merata.


img
Kondisi ini diakibatkan oleh kerusakan pada komponen suspensi.

Sistem peredam tersebut bisa saja aus atau rusak yang menyebabkan daya cengkram ke ban tidak sempurna.

Akibatnya ban memantul-mantul saat kendaraan dijalankan. Sehingga kegundulan tidak merata. Saran yang paling baik adalah mengganti suspensi di mana tempat ban tersebut berada.

4. Gundul tidak rata dan bergelembung


img
Kerusakan ini biasa ditemui pada ban depan dengan roda gerak depan. Setingan suspensi depan yang bermasalah.

Faktor lainnya yang menyebabkan ban mengalami kerusakan seperti di atas adalah karena rotasi ban yang salah.

Penyebab lainnya karena mobil sering dipakai untuk mengangkut beban berat sehingga mengubah geometri suspensi.

5. Sisi luar ban gundul


img
Hasil diagnosis mendapatkan jika ini adalah tanda-tanda tekanan ban kurang.

Kurangnya perhatian pemilik mobil dapat mempercepat tipisnya alur ban bagian samping. Sementara kembang di tengah tetap baik kondisinya. Tentu hal ini juga bisa berakibat borosnya konsumsi BBM.

6. Ban aus di tepian


img
Nah, penyebab kerusakan ban dikarenakan ketidaksejajaran roda (wheel alignment).

Tanda-tanda awal adalah mobil akan terasa tidak enak dikendarai dan seperti bergeser ketika melaju. Baiknya bawa kendaraan ke bengkel dan lakukan beberapa perbaikan seperti sporing dan lainnya agar kaki depan dan belakang sejajar.

7. Botak di satu sisi


img
Penyebab utama kebotakan tidak merata adalah gaya mengemudi yang urakan, dan suka mengerem mendadak.

Mobil yang tidak memiliki sistem ABS juga sering mengalami hal seperti ini.

Selain itu garasi tempat penyimpanan mobil yang tidak rata penyebab kedua kebotakan ban tidak merata.

8. Heel to toe wear


img
Kondisi trek yang tidak rata, bebatuan bisa menyebabkan Heel-Toe atau kembang ban yang seperti terangkat.

Apalagi ketika kita mengerem di jalan rusak. Kondisi jalanan seperti itu bisa membuat kembang mengangkat sehingga ban cepat aus dan ketika mobil dijalankan akan terdengar suara ke kabin penumpang.

Penyebab lainnya adalah bushing suspensi, ball joints, dan bearing roda yang sudah rusak.

9. Botak sebelah


img
Setingan kaki-kaki mobil menyebabkan mobil terlalu menumpu pada satu sisi ban.

Hal ini bisa disebabkan oleh rusaknya suspensi, ball joints dan kurangnya rotasi ban.

10. Masa ban sudah mulai habis


img
Dari sini terlihat jika keausan ban merata. Ban biasanya harus diganti ketika indikator keausan ban sudah terlihat.
Kalau sudah begini, ban harus diganti cepat.

sumber klik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar